Siaran Radio

Guru Dan Masa Depan Remaja

2015-National-Teachers’-Month-and-World-Teachers’-Day-Celebrations-Thank-You-Teacher-Poster.jpg
Tanggal 5 Oktober diperingati sebagai hari guru internasional oleh seluruh bangsa di Dunia. Peringatan ini dilakukan untuk mengingatkan kita akan peran vital guru untuk kemajuan bangsa yang sangat luar biasa. Bahkan saking luarbiasanya kita menyebut mereka “pahlawan tanpa tanda jasa”

            Istilah pahlawan tanpa tanda jasa yang disematkan kepada guru dari masa ke masa, menurut masyarakat sudah semakin memudar. Guru sekarang berbeda dengan guru yang dulu. Semangat pengabdian lah yang dianggap sudah berbeda. Hal ini mungkin saja karena tuntutan hidup sekarang ini lebih berat daripada masa lalu, dan seorang guru selain mengajar juga harus menghidupi keluarganya. Selain itu kurikulum juga sangat berpengaruh terkait dengan peran guru terhadap siswa saat ini. Jika dulu guru harus menerangkan materi secara runtut satu persatu dan murid mendengarkan saja, sekarang justru murid yang harus lebih aktif.
            Tantangan guru masa kini dengan masa lalu tentu sudah sangat berbeda. Sekarang ini guru berhadapan dengan para siswa yang sudah sangat mengenal teknologi informasi. Jika mereka tak mengikutinya maka akan sulit untuk merangkul siswa-siswinya. Kemajuan teknologi ini mau tak mau jika tidak diarahkan dengan baik, akan menghasilkan perilaku kurang tepat para remaja yang menjadi siswanya.
            Dalam berbagai permasalahan yang dialami siswa guru mau tidak mau harus ikut berperan untuk mengarahkan siswanya pada solusi. Ia tidak bisa diam saja di tempatnya dan mengabaikan permasalahan siswa. Bahkan ketika perilaku siswa dirasa menyimpang karena latar belakang hubungannya dengan orang tua yang kurang baik, guru akan datang sebagai penengah dan fasilitator masalah keduanya.
            Dewasa ini banyak sekali permasalahan yang berkembang di masyarakat terkait dengan guru. Satu yang selalu ada yaitu gaji guru honorer yang masih belum layak, sehingga sering kita lihat aksi protes di beberapa daerah. Selain itu baru saja kita dengar pemberitaan guru yang dibui karena dianggap melakukan tindakan kekerasan pada siswanya. Padahal bukan itu yang ia maksudkan, karena sebenarnya ia ingin memberi peringatan pada muridnya. Tapi berdasarkan pengakuan remaja sebagai peserta didiknya terkadang memang ada guru yang melakukan tindakan kekerasan berlebihan, mungkin ini yang perlu diperhatikan juga.
            Selain itu masih ada lagi skandal guru di sebuah sekolah yang saya rasa memang sudah tidak dianggap benar, yaitu tindakan melecehkan siswanya. Entah apa yang ada dalam pikirannya ketika itu hingga tega melakukan perbuatan yang demikian hina. Tapi kita tahu tidak semua guru seperti itu. Hanya beberapa oknum guru yang tidak bertanggungjawab saja yang melakukannya.
            Sebenarnya makna guru sendiri menurut Undang-Undang  Nomon 14 Tahun 2005 pasal 1 ayat 1 adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidik usia dini jalur pendidik formal, pendidik dasar, dan pendidikan menengah.  Dari sini kita bisa melihat bahwa tugas guru itu ternyata tidak sedikit dan tidak mudah, tidak hanya mengajar siswa di kelas saja, sebagaimana yang terlihat.
Guru juga memiliki beberapa tugas pentiny yaitu: tugas profesional dari seorang guru yaitu meneruskan atau transmisi ilmu pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai lain yang sejenis yang belum diketahui anak dan seharusnya diketahui oleh anak. Tugas manusiawi adalah tugas-tugas membantu anak didik agar dapat memenuhi tugas-tugas utama dan manusia kelak dengan sebaik-baiknya. Tugas kemasyarakatan merupakan konsekuensi guru sebagai warga negara yang baik, turut mengemban dan melaksanakan apa-apa yang telah digariskan oleh bangsa dan negara lewat UUD 1945 dan GBHN.
Melihat persoalan guru sekarang yang kadang mendiskreditkan makna dan perannya, apapun itu semoga bisa menjadi evaluasi untuk pendidik anak bangsa yang semakin baik lagi. Kamipunsebagai remaja masih sangat percaya kepada para guru, bahwa merekalah yang punya andil besar untuk masa depan kami yang lebih cerah.
Ditulis oleh: Nafis (Konselor SeBAYA PKBI Jatim)

Referensi:

Materi siaran 4 Oktober 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s