Uncategorized

Father And Motherhood

Guru pertama kali saat kita terlahir dan menjadi seonggok daging bernyawa dan benrnama. Tanpa pamrih dan penuh dengan segala kasih sayang yang bener-bener tulus serta bukan bersifat sementara, tetapi selalu akan abadi saat dan seperti apapun itu kondisi yang sedang terjadi, Family (Father And Mother, I Love You) (Itas)

Antara Protektif dan Selektif

 Ngobrolin masalah protektif dan selektif, tentunya hal tersebut tidak jauh-jauh dari seperti apa orang tua mengambil peran tersebut. Sisi orang tua yang memiliki protektif lebih besar menyimpan dua hal antara pro-kontra, tidak terkecuali dengan selektifitas orang tua terhadap setip proses dan pilihan dari anak.
Menyikapi hal tersebut, peran orang tua sangatlah menjadi hal yang begitu mutlak dan sebuah kewajiban dasar serta paling utama yang memang harus di lakukan, tentunya juga tidak hanya perkara protektif ataupun sangat menjadi terlalu selektif dalam menjadi teman untuk anak.
Dari sisi proses perkembangan anak juga akan sangat berperan penting ketika kedua orang tua bisa menjadi seseorang yang begitu dekat tetapi juga tidak terlalu mengikat saat sang anak sedang berproses. Menjadi sahabat yang baik serta memiliki pola komunikasi yang balance menjadi satu kunci utama yang begitu penting.

Duduk Bersama, dan Merangkul !!!

Orang tua adalah seorang maha guru pertama kali bagi anak dalam berproses sedari sejak usia dini. Karena itu sangat penting juga untuk pada akhirnya para orang tua tidak melupakan dan mengabaikan peranan paling utama dalam membangun serta membentuk karakter buah hati mereka masing-masing.
Tidak terkecuali pada saat anak-anak kita sedang menyaksikan beberapa tayangan televisi yang di beberapa bulan terakhir ini sedang mengalami sebuah fase kebingungan serta ketidakjelasan dalam memberikan dan juga membagikan ide kreatif yang harusnya bisa di nikmati secara bersama-sama dan tidak dengan rasa khawatir yang begitu berlebih dari para orang tua.
Boleh dikatakan jika saat ini banyak tayangan di televisi yang sangat tidak sama sekali mengedepankan tentang seperti apa harusnya acara tersebut bisa memberikan edukasi ataupun menyuguhkan acara yang memang sesuai dengan batasan dari usia anak-anak yang menyaksikan tersebut.
Jika kita melihat dan mencoba flash back di masa era 90an, tayangan televisi yang di sajikan pun benar-benar sangat memberikan sebuah tontonan yang sangat menarik serta sisi kreativitas karya anak negeri pun menjadi salah satu bukti nyata jika memang tayangan yang di sajikan juga patut di perhitungkan.
Oleh karena itu, hal tersebut menjadi sebuah catatan penting bagi para orang tua dalam memperhatikan setiap sajian serta tontonan yang sedang di saksikan oleh anak mereka masing-masing. Bukan lantas hanya dengan memberikan kebebasan dalam memberikan waktu dalam menyaksikan tayangan tersebut, tetapi proses duduk bersama merangkul dan membagikan share ataupun info mengenai tentang tayangan yang sedang disaksikan bersama tersebut, tentu itu adalah salah satu peranan yang semestinya dilakukan.

Kenali, Pahami Bukan Membatasi !!!!

Dilematis juga jika melihat segala sesuatunya yang sedang terjadi saat ini terkait segala hal tontonan yang harusnya bisa dinikmati dengan segala perasaan suka cita, tetapi ternyata harus mengalami hal yang miris serta kenyataan yang begitu sangat amat di sayangkan adalah beberapa acara televisi yang di era 90an menjadi salah satu primadona bagi anak-anak, akan segera dan sedikit demi sedikit sudah akan bergesera menjadi sebuah kenangan yang tak terkenang begitu saja.
Berdasarkan peraturan dalam Pasal 74 Peraturan KPI No. 3 tahun 2007 diatur tentang Standar Program Siaran, mulai dari acara anak-anak, acara dewasa, dan juga termasuk beberapa tayangan infotaiment lainnya, dimana perauran tersebut merupakan peraturan pelaksana dari dari UU No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran. Dalam beberapa kasus pula, ada siaran yang dihentikan karena telah ditegur oleh KPI, namun selanjutnya muncul lagi tayangan dengan platform yang hampir sama, tapi berubah nama. Hal tersebut yang akhirnya membuat banyak orang tua yang benar-benar cemas dan menjadi kepalang bingung dalam memberikan edukasi terhadap anak mereka masing-masing.
Presiden RI (Bapak Jokowi) pun juga sangat memberikan masukan serta kritik yang cukup tegas terhadap KPI (Komisi Penyiaran Indonesia), jika KPI harus dengan tegas serta tidak ragu dalam memberikan hukuman terhadap para kreatif di beberapa stasiun televisi yang tidak sesuai serta meninggalkan sisi edukasi dan tontonan anak-anak yang seharusnya (http://news.detik.com/berita/3123052/jokowi-ke-kpi-perketat-aturan-saring-acara-tv-yang-tak-ramah-anak)
Selain itu para orang tua juga di harapkan mampu memberikan serta melakukan komunikasi terhadap anak-anak mereka yang bukan malah melakukan pembatasan tetapi justru memberikan tanggung jawab serta membantu melakukan keputusan dalam melakukan pemilihan tontonan televisi.

Tips n Trick :

Nah buat para orang tua ada beberapa hal yang coba dibagikan oleh Sobat SeBAYA mengenai beberapa hal terkait dengan bagaimana dalam melakukan proses selektifitas terhadap tontonan televisi yang tepat terhadap anak-anak, agar bisa bertanggung jawab atas segalanya, antara lain :
1. Memberikan Kepercayaan bukan mengekang sang anak.
2. Menyediakan waktu luang yang cukup bagi anak-anak, terutama saat dalam sedang proses perkembangan usia-usia anak-remaja.
3. Terbuka dan tidak menjadi tabu terhadap segala informasi yang di tanyakan oleh sang anak.
4. Memberikan ruang dan menjadi sahabat terbaik untuk anak-anak kita masing-masing.
Nah itu beberapa ulasan menarik terkait Father and MotherHood (Peranan orang tua dalam memfilter tayangan televisi anak-anak). sebagai orang tua tentunya diharapkan bisa menjadi sahabat serta tidak membuat dan menjadikan sebuah hal yang sangat akan selalu dihindari oleh sang anak, selebihnya juga kita sebagai seorang anak juga harus bisa lebih membuka diri terhadap orang tua kita, karena merekalah maha guru pertama kita saat terlahir di dunia ini.
Buat Sobat Remaja lainnya, yang mau bertanya, diskusi, dan sharing lebih lanjut lagi, bisa langsung saja menghubungi kita di Facebook/Twitter kita diSeBAYA PKBI Jatim,atau bisa juga lewat Hotline Konseling kita di 085606060466.

Ditulis Oleh : Imroatu Setyo & Tyas Febri (Konselor & Team Riset SeBAYA PKBI Jatim)

Referensi :

Materi siaran 29 Maret 2016, RRI Pro2 Fm
Tayangan Does (Diary Of Erix Soekamti) Fatherhood
http://news.detik.com/berita/3123052/jokowi-ke-kpi-perketat-aturan-saring-acara-tv-yang-tak-ramah-anak
http://www.hukumpedia.com/bemfhunpad/mempertanyakan-sikap-kpi-terhadap-tayangan-tayangan-di-televisi-masa-kini

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s