Uncategorized

REMAJA DAN PERANAN DALAM KELUARGA

keluarga1

Kadang sering tidak di anggap, tidak di dengar, tidak di pedulikan sama sekali, atau bahkan kadang kita hanya menjadi sebuah bagian pelengkap saja, masa dan juga fase tersebut akan menjumpai saat masuk pada usia menuju sebelum dewasa yakni Remaja. Tapi masak siih Masa Remaja itu begitu akan menjadi gak asyik gtu sihh??? hmm,, menurut Sobat Remaja sekalian gimana nie,, Ada yang setuju??   Nah mari kita simak ulasan di bawah ini ya Sobat Remaja sekalian.

SIAPA SIH REMAJA???

Remaja berasal dari kata latin adolesence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolescence memiliki arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional social, dan fisik (Hurlock, 1992). Remaja sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua. Seperti yang dikemukakan oleh Calon (dalam Monks, dkk 1990) bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak. Dalam tahapan umur, remaja sendiri terbagi dalam usia 10 – 24 tahun (WHO), dimana usia tersebut juga sesuai dengan tugas perkembangan remaja secara komperhensif.

Tugas Perkembangan Remaja

Remaja perlu memahami tugas perkembangannya, karena acuan ini menjadi semacam tujuan atau hal-hal yang harus diraihnya sebelum ia mencapai tahapan selanjutnya. Menurut Havighrust (1988) setiap peroide perkembangan ada tugas-tugas yang harus diselesaikan dengan baik. Terpenuhinya tugas perkembangan ini akan menyimpulkan sejauh mana remaja dapat adaptif atau menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Tugas perkembangan adalah hal-hal yang harus dipenuhi dan dilakukan oleh remaja yang dipengaruhi oleh harapan sosial. Jadi ini tergantung pada kondisi sosial yang terjadi di sekitar kita. Setiap Negara bisa saja berbeda-beda tapi secara umum tugas perkembangan remaja itu adalah :

  1. Menerima keadaan diri dan penampilan diri dan menggunakan tubuhnya secara efektif. Artinya kita harus belajar menerima keadaan kita dan tetap harus percaya diri dan berusaha menghargai diri sendiri. Remaja juga diharapkan mampu menerima perubahan-perubahan fisik yang terjadi akibat perubahan hormonal serta mampu memelihara dan merawat dirinya sendiri.
  2. Belajar berperan sesuai dengan jenis kelamin (menjadi laki-laki dan perempuan). Diharapkan remaja dapat menerima jenis kelaminnya. Selain itu dapat menerima peran-peran social yang berlaku secara umum sesuai dengan jenis kelaminnya (termasuk memilih orientasi seksual yang sesuai, maksudnya laki-laki berorientasi seksual dengan perempuan).
  3. Mencapai relasi yang baru dan lebih matang dengan teman sebaya baik sejenis dan lawan jenis. Diharapkan remaja dapat memperluas relasi sosialnya baik dengan sesame jenis maupun lawan jenis serta mampu memelihara relasi (menyelesaikan konflik secara matang).
  4. Mencapai perilaku social yang bertanggung jawab. Makin bertambah usia, makin banyak tenggung jawab yang harus dipikul. Remaja diharapkan mulai dapat berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan, mampu berlaku sopan dengan orang lain, menunjukkan perhatian kepada masyarakat dan mampu beradaptasi dengan tata aturan lingkungan dimana ia berada.
  5. Mencapai kemandirian secara emosianal terhadap orang tua dan orang dewasa lainnya. Misalnya, remaja diharapkan sudah bisa berpisah dengan orang tuanya tanpa gangguan yang berarti, remaja dapat menyelesaikan permasalahannnya sendiri tanpa bergantung kepada orang tua atau orang dewasa lainnya.
  6. Mempersiapkan karir dan kemandirian secara ekonomi. Remaja diharapkan sudah merencanakan karir de ngan mengenali minat, bakat, dan kemampuan serta mulai mengusahakan langkah-langkah menuju kemandirian secara ekonomi.
  7. Menyiapkan diri (fisik dan psikis) dalam menghadapi perkawinan dan kehidupan keluarga. Remaja sudah diharapkan memiliki konsep tentang keluarga bertanggung jawab, menyusun rencana masa depan, memelihara organ reproduksinya agar dapat berfungsi optimal.
  8. Mengembangkan kemepuan dan keterampilan intelektual untuk hidup bermasyarakat dan untuk masa depan (dalam bidang pekerjaan dan pendidikan).
  9. Mencapai nilai-nilai kedewasaan. Salah satu adalah mampu bertanggung jawab terhadap diri, keluarga, masyarakat dan Tuhan.

Gambaran diatas cukup rumit dan membutuhkan proses untuk mencapainya. Namun demikian dengan menerima kondisi diri kita dari banyak tanya hal-hal baru yang tidak pernah kita ketahui atau rasakan merupakan jalan yang benar. Perlu diingatkan bahwa remaja sendirilah yang bertanggung jawab atas berhasil atau gagalnya masa remaja ini. Keberhasilan mencapai tuga perkembangan remaja akan membantu remaja dalam menjalani masa berikutnya dengan lebih baik.

REMAJA DAN KELUARGA.

keluarga4

Sebagai remaja, tentu waktu yang kamu habiskan bersama teman sebaya akan semakin lebih banyak dibandingkan bersama keluarga. Ada keinginan menggebu untuk mengeksplorasi diri melalui lingkaran pertemanan yang kamu miliki. Hal ini bukan berarti bahwa peranan Sobat Remaja sebagai anggota keluarga terhenti begitu saja. Sebenarnya kamu masih bisa menggali potensi diri melalui organisasi terkecil ini melalui peran sebagai berikut.

Penyumbang Tenaga dalam Keluarga

keluarga2

Berapa pun usia kamu saat ini, peranan sebagai anak dalam keluarga tidak bisa dilepaskan begitu saja. Sama halnya saat anak-anak, kamu masih membutuhkan keluarga dan belum bisa bertanggung jawab sepenuhnya terhadap diri sendiri. Di lingkungan keluarga inilah Sahabat GueTau bisa belajar mengenai tanggung jawab pribadi.  Hal sederhana untuk bisa berperan dalam keluarga adalah kamu belajar meringankan beban orangtua yang berkaitan denganmu. Misalnya saja, merapikan kamar tidur sendiri, mencuci pakaian dan piring sendiri, dan lain sebagainya.

Teman Berbagi Orangtua

Begitu menginjak usia remaja, akan timbul keinginan untuk didengar yang lebih besar dari sebelumnya. Fase ini sebaiknya kamu manfaatkan sebagai teman berbagi untuk orangtua dengan menjadi partner diskusi yang menyenangkan bagi mereka. Kamu berhak kok memberi masukan kepada orangtua asal dengan penyampaian yang tetap santun dan disesuaikan dengan kapasitas yang kamu punya. Dengan begitu, tidak menutup kemungkinan orangtua akan menaruh kepercayaan terhadapmu dan senang melibatkanmu dalam mengambil keputusan.

Kedua peran tersebut tentunya akan menjadi nilai tambah  buat Sobat Remaja nantinya sebagai bekal saat dewasa. Dan yang paling terpenting adalah apapun yang kita lakukan dan kita kerjakan, selalu dan ingat akan tanggung jawab atas segala keputusan dan pilihan yang sudah Sobat Remaja pilih masing-masing.

Nah buat Sobat Remaja lainnya, yang mau bertanya, diskusi, dan sharing lebih lanjut lagi, bisa langsung saja menghubungi kita di Facebook/Twitter kita diSeBAYA PKBI Jatim,atau bisa juga lewat Hotline Konseling kita di 085606060466.

Itas dan  Eunike Ally Sushmita ( SeBAYA PKBI Jatim)

Referensi:

  1. http://www.cyf.govt.nz/info-for-teenagers/index.html
  2. https://antoniusangga.wordpress.com/2012/09/30/peranan-anak-dalam-keluarga-dan-masyarakat/
  3. http://edukasi.kompasiana.com/2010/12/14/memahami-peran-remaja-dalam-keluarga-324639.html
  4. modul SeBAYA PKBI Jatim,  Perkembangan Psikologis Remaja, 2013.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s