Uncategorized

DINAMIKA KONTRASEPSI BAGI REMAJA

Kalau ngomongin soal Remaja, kita sudah gak bisa nutup mata lagi lhoo, jika kita lihat fenomena remaja yang kini banyak melakukan perilaku seks berisiko dann hingga mengalami KTD (Kehamilan Tidak Diinginkan). Terhitung sampai Juni 2014 usia remaja yang terkena HIV & AIDS berjumlah 18.237 jiwa (Ditjen PPM & PL Depkes RI). Sedangkan per-Juni 2014 menemukan bahwa persentase kumulatif kasus AIDS terbesar pada kelompok usia 20-29 tahun sebesar 32,9 % (Kemenkes RI, 2014).
Di Jogjakarta sepanjang 2013, terdapat 325 kasus Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) yang terjadi pada remaja (Dikpora Yogyakarta).

remaja-hamil1

melihat fenomena tersebut, remaja tentunya sangat membutuhkan kontrasepsi terutama kondom. selain pemenuhan kontrasepsi bagi remaja, hal terpenting yang harus didapatkan bersamaan dengan kontrasepsi adalah edukasi/pengetahuan. saat ini pengetahuan tentang kesehatan reproduksi masih dianggap tabu bagi remaja sedangkan fenomena yang terjadi sangatlah bertentangan. Informasi kesehatan reproduksi remaja bukan hanya tentang seksualitas dan kontrasepsi saja. namun juga berisi manajemen dorongan seksual (cara mengatur dorongan seksual yang sering muncul pada remaja) juga tentang pencegahan kekerasan dan hubungan yang sehat untuk bekal menjalin rumah tangga nantinya. Pengetahuan akan kontrasepsi sendiri sangat dibutuhkan remaja sebagai bekal dalam berumah tangga nantinya. Seperti pemilihan metode kontrasepsi yang sesuai, perjanjian dukungan pasangan hingga siapa yang akan berkontrasepsi nantinya.

Akses Kontrasepsi adalah Hak Remaja

images (4)

Remaja memiliki hak untuk mendapatkan hidup yang sehat. Mereka memerlukan akses terhadap alat yang dapat melindungi kesehatannya, seperti kondom, alat kontrasepsi dan layanan kesehatan ramah remaja yang komprehensif. Hal ini telah tertuang pada UU no. 36/2009 pasal 4 dan 5 yang menyebutkan bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses kesehatan dan peraturan ini tidak melihat status pernikahan.

Meski sudah jelas dalam UU, pada kenyataannya saat ini PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja) tidak memberikan kontrasepsi bagi remaja yang tidak menikah. Di sinilah letak perubahan yang harus dilakukan, PKPR perlu menyadari bahwa akses kesehatan dan kontrasepsi ini bersifat universal, mencakup semua remaja. Untuk akses kontrasepsi, yang PKPR perlu ketahui lebih lanjut adalah segmentasi remaja, yakni belum aktif seksual, seksual aktif, dan seksual berisiko agar dapat memberikan pelayanan tepat sasaran.

Kenapa Akses Kontrasepsi bagi Remaja itu Penting?

dd6737f50372683cc124531adf100580_remaja9

Fakta di lapangan yang menunjukan tingginya faktor risiko KTD (kehamilan tidak diinginkan), penularan HIV serta IMS (infeksi menular seksual) juga telah membayangi remaja seksual aktif. Penggunaan alat kontrasepsi beserta pemberian informasi melalui konseling dinilai dapat menjadi pertimbangan untuk tindakan preventif dari berbagai risiko seksual tersebut.

Sebagai remaja, Sahabat GueTau perlu mendapat informasi mengenai kontrasepsi yang baik ini justru sebelum menjadi aktif secara seksual. Kamu perlu memahami mengenai bagaimana beragamnya metode kontrol kelahiran ini bekerja, serta manfaat dan tantangannya, dan di mana mendapatkannya. Orangtua, pendidik, petugas kesehatan, serta LSM yang peduli di bidang ini pun memegang peranan penting untuk membuat remaja belajar, mendapatkan, dan menggunakan kontrasepsi secara efektif.

Berikut peran yang bisa dilakukan oleh pengambil kebijakan dan petugas kesehatan:

  1. Mengkaji ulang peraturan dan undang-undang yang ada (UU No. 23 tentang kesehatan, UU No. 10 tentang kependudukan, dan isi KUHP), aspek sosial, adat, serta budaya masyarakat yang kerapkali menghambat pemberian pelayanan bagi remaja.
  2. Petugas kesehatan (baik pemerintah, swasta, maupun LSM) yang berkomitmen terhadap kesehatan remaja perlu memahami bahasa serta perilaku remaja agar dapat memberikan pelayanan yang tepat, sesuai dengan karakteristik serta keinginan remaja.
  3. Memberikan pelayanan konseling sebelum memberikan pelayanan kepada remaja sebagai pemenuhan hak mereka untuk mendapatkan informasi dan pelayanan. Konseling memegang peranan sangat penting untuk membantu remaja agar memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku yang bertanggung jawab dalam kehidupan seksual mereka.

Kontrasepsi untuk Remaja

kontrasepsi2    yyyy

Sebagian besar kaum muda akan aktif secara seksual pada masa-masa remaja mereka. Selama empat dekade terakhir, usia median saat melakukan hubungan intim pertama kali telah turun menjadi 17 tahun bagi kedua jenis kelamin. Dengan demikian, remaja memiliki kebutuhan yang lebih besar dari sebelumnya untuk akses ke bentuk-bentuk kontrasepsi yang dapat diterima dan handal, apabila mereka ingin menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.

Remaja yang aktif secara seksual juga beresiko terjangkit IMS, terutama infeksi klamidia, dan para penyedia layanan kontrasepsi harus mempertimbangkan hal ini saat memberikan saran. Tidak ada satupun metode kontrasepsi yang dapat memberi proteksi maksimum terhadap kehamilan yang tidak diinginkan, dan mungkin diperlukan kombinasi metode. Tidak ada metode satupun yang cocok untuk semua remaja, dan dengan demikian anjuran dan pilihan kontrasepsi seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing remaja.

  1. Kontrasepsi Oral Kombinasi

Kontrasepsi Oral Kombinasi (KOK) adalah bentuk kontrasepsi yang sangat handal, dan metode ini sering menjadi pilihan bagi wanita muda dengan proteksi terhadap kehamilan yang tidak diinginkan merupakan hal yang sangat penting. Namun, efektivitas metode ini bergantung pada kemampuan wanita untuk ingat minum pil secara teratur dan benar serta menyadari situasi-situasi yang efektivitas kontrasepsinya mungkin hilang. Sebagian wanita muda menjalani gaya hidup tidak teratur yang tidak kondusif untuk minum pil secara teratur. Pada keadaan seperti ini, dianjurkan unutk pindah ke metode yang tidak terlalu bergantung pada pemakai. Kehamilan yang tidak diinginkan sering terjadi pada permulaan suatu hubungan baru, sebelum digunakannya kontrasepsi yang handal. Sering kali wanita sudah mengkonsumsi KOK sebelumnya, namun berhenti saat hubungan yang terakhir,berakhir, dan belum kembali menggunakan KOK.

Wanita muda dapat didorong untuk terus menggunakan pil diantara dua hubungan. Kekhawatiran mengenai kesehatan sering menyebabkan wanita ”beristirahat” dari pil. Pada masa inilah dapat terjadi kehamilan yang tidak diinginkan.

Wanita muda mungkin enggan menggunakan KOK karena takut akan pertambahan berat badan. Namun, mereka dapat diberi anjuran mengenai diet yang sehat dan regimen olahraga untuk memastikan bahwa hal ini tidak menjadi masalah. Juga timbul kekhawatiran mengenai resiko kanker payudara apabila mereka memakai KOK pada awal masa reproduksi, yaitu pada tahun-tahun antara menarche dan kelahiran anak pertama. KOK memberikan banyak manfaat nonkontraseptif, yaitu terjadi pengurangan perdarahan menstruasi dan dismenorhea.

Juga terjadi penurunan insiden anemia yang dianggap penting di negara berkembang. KOK akan memberikan manfaat bagi wanita muda yang memiliki jerawat, dan dapat mengurangi hirsutisme. Selain itu, KOK memiliki efek proteksi terhadap kista ovarium fungsional, penyakit payudara jinak, dan keganasan ovarium. Remaja yang menggunakan metode ini harus diberi anjuran mengenai strategi lain untuk mencapai seks yang aman.

  1. Kondom

Kondom pria merupakan yang paling penting pada praktik seks yang aman, dan para remaja, walaupun sedang menggunakan metode kontrasepsi yang lain harus didorong untuk juga menggunakannya (pendekatan ”Double Dutch”). Kondom memiliki keuntungan yaitu mudah diperoleh ditoko-toko obat, dipasar swalayan, dan dari mesin kondom. Kondom memiliki angka kegagalan yang tinggi pada remaja yang kurang pengalaman pemakaiannya. Seperti kondom pria, kondom wanita juga memberi perlindungan terhadap HIV dan IMS lain, dan tersedia dipusat layanan keluarga berencana dan dari toko komersial.

  1. Metode Barier lainnya

Diafragma dan topi (cap) serviks sangat jarang digunakan oleh remaja. Bagi kelompok pemakai usia remaja, metode-metode ini kurang memberikan perlindungan yang memadai terhadap kehamilan atau IMS.

  1. Pil Progesteron

Pil progesteron memiliki angka kegagalan yang lebih tinggi pada pemakai remaja dibandingkan pada pemakai yang lebih tua, an memerlukan tingkat kedisiplinan yang tinggi dalam meminum pil secara teratur.

  1. Metode Progesteron kerja lama

Depot medroksiprogesteron asetat (DMPA;Depoprovera) populer diantara remaja putri. Metode ini lebih efektif terhadap kehamilan yang tidak direncanakan dibandingkan dengan KOK, dan ideal bagi mereka yang sering lupa minum pil. DMPA dapat menyebabkan penambahan BB dan jerawat bagi sebagian pemakai, yang menyebabkan DMPA kurang diterima. Seperti KOK, DMPA tidak memberikan perlindungan terhadap IMS, dan para pemakai seharusnya dianjurkan juga untuk menggunakan kondom.

Implant progesteron 5 tahun, Norplant adalah metode yang relatif populer diantara remaja yang tidak memiliki rencana untuk hamil dalam waktu dekat. Implant ini seharusnya menjadi metode yang dapat diterima oleh banyak remaja, setelah mereka mendapat konseling pra pemasangan yang adekuat.

  1. AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)
    AKDR  kecil kemungkinannya menjadi metode kontrasepsi yang cocok bagi remaja. Remaja cenderung memiliki hubungan yang lebih singkat, sehingga lebih besar kemungkinannya memiliki banyak pasangan seksual dalam rentang usia suatu AKDR. AKDR kadang-kadang perlu dipasang sebagai metode kontrasepsi pasca koitus bagi para remaja. Wanita muda mungkin memutuskan untuk meneruskan pemakaian AKDR sebagai metode kontrasepsinya, dan pasangan tersebut perlu didorong untuk menggunakan kondom.
  1. Kontrasepsi Darurat

Remaja akan lebih memerlukan kontrasepsi darurat apabila mereka telah melakukan hubungan intim tanpa perlindungan, atau saat metode kontrasepsi yang biasa digunakan diketahui gagal.
Ada beberapa hal mengapa remaja tidak dianjurkan menggunakan alat kontrasepsi, yaitu :

  1. Peraturan Perundang-undangan di Indonesia tidak memperbolehkan penggunaan alat kontrasepsi bagi remaja yang belum menikah
  2. Ada jenis alat kontrasepsi tertentu, misalnya IUD tidak boleh digunakan pada rahim yang belum pernah hamil karena dapat merusak dinding rahim
  3. Selain itu secara mental remaja yang menggunakan alat kontrasepsi akan merasa bahwa dia dapat berprilaku seksual aktif tanpa resiko kehamilan dalam arti dia akan permisif terhadapa prilaku tersebut dan akan sangat mudah terjadi gonta-ganti pasangan, padahal semua alat kontrasepsi tetap punya angka kegagalan dan hubungan seksual tidak hanya berakibat kehamilan. Tetapi juga terkena PMS (Penyakit Menular Seksual)

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Dalam pemberian layanan kontrasepsi pada remaja, beberapa hal yang perlu diperhatikan, sebagai berikut:

  1. Pelajari perilaku seksual remaja tersebut. Misalnya mengenai apakah ia telah berhubungan seksual sejak masih sangat muda, apakah ia berganti-ganti pasangan, adakah riwayat IMS, adakah riwayat kehamilan dan aborsi, serta lain sebagainya.
  2. Dasar pemberian kontrasepsi pada remaja adalah untuk pencegahan kehamilan dan pencegahan IMS, sebelum remaja siap untuk merubah pola perilaku seksualnya pada fase abstinensi atau sebelum mereka siap membentuk sebuah keluarga dan mempunyai anak.
  3. Kontrasepsi pada remaja bersifat temporer dan harus tidak memberikan efek samping dan kesulitan pada pengembalian kesuburan.
  4. Pelayanan pap smear dan pemeriksaan laboratorium untuk skrining IMS perlu dilakukan, terutama bagi remaja yang sudah aktif berhubungan seksual lebih dari setahun dan ada riwayat berganti-ganti pasangan.

Memberikan dan mengenalkan tentang alat Kontrasepsi kepada Remaja, bukan lantas lalu kita MELEGALKAN untuk REMAJA bisa dengan bebas melakukan hubungan seks pra-nikah dengan tanpa tanggung jawab. Perlu di pahami juga jika melakukan hubungan seks itu merupakan HAK dan PILIHAN  dari diri kita masing-masing. Kematangan seksual pada diri kita yang sudah mulai terus berkembang seiring dengan pertumbuhan dalam diri kita, seakan menjadi suatu bukti jika proses PUBERTAS merupakan awal pertanda jika kita sudah siap untuk melakukan hubungan seksual. Dorongan Seksual yang menggebu-gebu terjadi pada masa pubertas pun juga merupakan salah satu hal yang sangat wajar, karena hal tersebut adalah hal yang sangat alamiah akan dialami oleh semua remaja. Termasuk juga dengan menentukan untuk melakukan dan tidaknya dalam hubungan seksual tersebut.

Kesiapan secara mental pun juga perlu di iringi dengan beberapa kesiapan lainnya, seperti hal nya kesiapan secara psikologis, Fisik, dan juga secara sosial. Banyak remaja yang ternyata juga masih salah dalam mendapatkan informasi terkait tentang hal tersebut, dimana pada akhirnya berdampak pada Pro-Kontra nya masalah informasi terkait Alat kontrasepsi Kondom pada remaja, yang seharusnya hal tersebut juga merupakan satu kesatuan secara komprehensif dalam pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual Remaja yang hingga saat ini masih di anggap tabu untuk bisa di pelajari dan di pahami oleh remaja.

SO, sekarang Sobat Remaja semuanya sudah paham kan tentang sebenarnya bagaiaman sih penggunaan dan pemanfaatan terkait dengan alat kontrasepsi  pada remaja. Apapun itu yang pasti, kita sebagai REMAJA yang keren, gak akan asyik kalau kita gak bisa jadi REMAJA yang bertanggung jawab atas segala apapun pilihan kita masing-masing.

Nah buat Sobat Remaja lainnya, yang mau bertanya, diskusi, dan sharing lebih lanjut lagi, bisa langsung saja menghubungi kita di Facebook/Twitter kita di SeBAYA PKBI Jatim,atau bisa juga lewat Hotline Konseling kita di 085606060466.

Ditulis Oleh : Itas, Mariayul Hayati, & Eunike Ally Sushmita (SeBAYA PKBI Jatim)

Referensi:

  1. http://www.advocatesforyouth.org/contraceptive-access-and-info-home
  2. http://www.ypi.or.id/informasi/berita/66-xpresikan-hakmu.html
  3. https://healthpolicys2ugm.wordpress.com/2012/11/28/kebijakan-akses-kontrasepsi-kondom-pada-remaja-sebagai-pencegahan-hiv-aids/
  4. Share informasi dari Youth Center CMM (Centra Mitra Muda) PKBI DKI Jakarta.
  5. http://vellawahyuni.blogspot.com/2013/08/remaja-dan-kontrasepsi.html
  6. Guidline Siaran Radio, SeBAYA PKBI Jawa Timur, April 2015.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s