Uncategorized

MEREKA YANG SERING TERLUPAKAN DAN TERMARJINALKAN

 

downsyndromea

“Remaja dengan down syndrome sama seperti remaja lain. Mereka mengalami pubertas, ingin menikah, dan memiliki anak. Satu-satunya yang membedakan hanyalah keterbatasan mereka dalam hal fisik, psikis, dan intelegensi. Tapi, justru keterbatasan itulah yang membuat mereka menjadi istimewa.”

Remaja dengan Down Syndrome itu JugaMakhluk Seksual.

Banyak orang keliru dalam memahami perkembangan seksualitas remaja difabel. Karena keterbatasan yang dimiliki, mereka sering dianggap tidak memiliki ketertarikan seksual, bahkan dalam beberapa kasus, tidak mungkin menikah dan memiliki anak.

Tapi, tahu Gak sih Sobat Remaja, bahwa sebenarnya remaja difabel juga mengembangkan seksualitas seperti remaja yang lain? Nah, kali ini SeBAYA PKBI Jatim akan berbagi informasi terkait perkembangan seksualitas pada remaja dengan down syndrome. Yuk, kita simak!

Apa Down Syndrome itu?

downsyndrome1

 

Down syndrome adalah kelainan genetis yang menjadi salah satu penyebab hambatan kecerdasan paling populer. Sejumlah literatur menyebut 1 dari 800 hingga 1.000 anak terlahir dengan sindrom ini. Penyebabnya, karena ada kelebihan kromosom (extracromosome) pada pasangan kromosom ke-21. Sehingga sindrom ini sering juga disebut dengan istilah “trisomy 21”. Sayangnya, para peneliti belum menemukan secara pasti apa penyebab terjadinya ekstra kromosom tersebut.

Siswa dengan down syndrome umumnya merupakan bagian dari kelompok anak yang memiliki hambatan kecerdasan sedang atau rendah. Anak dengan hambatan kecerdasan (mentally retarded – atau tunagrahita) adalah mereka yang memiliki skor IQ di bawah 70 dan memiliki hambatan dalam perilaku adaptif (beradaptasi dengan lingkungan). Kasus semacam ini terjadi sebelum usia 16 atau 18 tahun.

Jumlah orang dengan down syndrome di Indonesia sekitar 300.000 dari jumlah total 4 juta orang di seluruh dunia. Selain itu, menurut penelitian, risiko bayi lahir dengandown syndrome adalah 1: 700-1.000 kelahiran.

Dan Sobat Remaja semuanya Tahu gak sih jika setiap tanggal 21 Maret diperingati sebagai Hari Down Syndrome Sedunia? Pada tanggal tersebut, organisasi down syndrome di seluruh dunia mengadakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kesadaran publik akan down syndrome.

Perkembangan Seksual Remaja dengan Down Syndrome

downsyndrome2

Sama seperti remaja pada umumnya, remaja dengan down syndrome juga mengalami pubertas; menarche pada perempuan dan mimpi basah pada laki-laki. Bahkan, usia saat remaja perempuan dengan down syndrome mengalami pubertas pun sama dengan remaja perempuan lainnya. Namun, pada remaja laki-laki dengan down syndrome, ada keterlambatan pubertas dibandingkan remaja laki-laki yang lain. Perkembangan fisik, psikologis, dan sosial sebagai akibat perubahan hormon pada remaja yang mengalami pubertas juga terjadi pada remaja dengan down syndrome.

Selain itu, remaja dengan down syndrome juga memiliki ketertarikan seksual. Mereka ingin berpacaran, berpelukan, dan sebagainya. Oleh karena itu, pendidikan seksual yang komprehensif yang dilakukan dengan memberikan informasi secara faktual, tegas, dan praktis, sangat dibutuhkan oleh remaja dengan down syndrome maupun remaja difabel lainnya. Faktanya, dorongan seksual dan keterbatasan yang dimiliki, khususnya dalam mengambil keputusan, dapat membuat mereka melanggar norma masyarakat, mengalami kehamilan yang tidak diinginkan (KTD), tertular IMS danHIV&AIDS , ataupun menjadi korban kekerasan seksual. Oleh karena itu, penting bagi seseorang dengan down syndrome untuk dapat mengakses alat kontrasepsi, sama seperti orang lain.

 

Bagaimana layanan pendidikan bagi remaja down syndrome?

downsyndromeza

Hal paling penting dalam menghadapi down syndrome adalah bagaimana kita bisa memahami secara terperinci karakteristik perilaku serta kebutuhan khusus mereka. Misalnya, apa kesulitan atau ketidakmampuan mereka dibanding anak-anak lain seusianya, apa yang masih dapat dilakukan, apa kelebihan, dan bagaimana kecenderungan emosi dan prilaku mereka.

Dengan memahami sifat-sifat atau karakteristik tersebut, selanjutnya kita cermati apa yang menjadi kebutuhan khusus mereka, termasuk kebutuhan khusus dalam kegiatan belajar atau pendidikan. Sekolah yang memiliki pemahaman tentang kondisi down syndrome dan secara khusus menyiapkan program pendidikan untuk mereka adalah sekolah luar biasa (SLB), khususnya SLB untuk anak dengan hambatan kecerdasan (SLB/C).

Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa anak dengan hanbatan kecerdasan, termasuk down syndrome, juga bisa mengenyam pendidikan di sekolah umum atau reguler. Siswa down syndrome yang mengikuti pendidikan di sekolah umum dilayani sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan khusus mereka. Ini meliputi metode mengajar, kurikulum, media pembelajaran, hingga cara atau metode evaluasi. Metode ini dikenal dengan istilah pendidikan inklusif.

Sekolah umum yang menyelenggarakan pendidikan inklusif harus mempunyai tenaga guru yang memiliki pemahaman tentang pendidikan inklusif dan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus. Selain itu, perlu ada minimal satu orang guru yang memiliki kualifikasi pendidikan atau keahlian pada bidang pendidikan khusus. Hal ini penting supaya anak berkebutuhan khusus mendapat layanan pembelajaran yang tepat.

Bisakah Seseorang dengan Down Syndrome Menikah?

downsyndrome3

Perempuan dengan down syndrome mengalami siklus menstruasi yang normal, sama seperti kebanyakan perempuan lain. Dan sekitar 50% dari mereka subur dan dapat hamil  serta melahirkan. Namun, menurut penelitian, anak yang dilahirkan oleh perempuan dengan down syndrome, beresiko sangat besar mengalami down syndrome yang sama seperti ibunya.

Namun, tidak demikian dengan laki-laki dengan down syndrome. Dibandingkan informasi kesuburan pada perempuan dengan down syndrome, informasi kesuburan pada mereka sangat sedikit. Salah satu yang paling sedikit itu adalah apakah mereka dapat memiliki anak, walaupun kualitas spermanya tidak terlalu bagus.

Berbagai studi di Amerika Serikat menemukan data bahwa seseorang dengan down syndrome dapat menikah dan memiliki anak. Sebuah studi juga menemukan bahwa dari 38 orang dengan down syndrome yang menikah, 35 orang diantaranya memiliki pasangan non-down syndrome. Dalam pernikahan-pernikahan tersebut, ada pihak yang mendukung dan mengawasi, terutama anggota keluarga yang lain. Remaja dengan down syndrome sama seperti remaja lain. Mereka mengalami pubertas, ingin menikah, dan memiliki anak. Satu-satunya yang membedakan hanyalah keterbatasan mereka dalam hal fisik, psikis, dan intelegensi. Tapi, justru keterbatasan itulah yang membuat mereka menjadi istimewa.

 

Bagaimana memberikan pendidikan seksualitas komprehensif?

downsyndromezaa

Ketika anak down syndrome memasuki masa pubertas, perawatan yang tepat dan kebersihan tubuh menjadi sangat penting. Penerimaan dari lingkungan serta harga diri dipengaruhi oleh seberapa baik kita menangani permasalahan ini. Secara sosial, remaja dan orang dewasa dengan down syndrome memiliki kebutuhan yang sama seperti orang normal. Kebanyakan mereka ingin berkencan, bersosialisasi, dan menjalani hubungan romantis.

Kita dapat membantu mereka dengan mengembangkan hubungan yang sehat dengan mengajarkan keterampilan sosial dan perilaku yang tepat. Dorong mereka untuk mengambil bagian dalam kegiatan sekolah dan masyarakat. Menyediakan kesempatan untuk membentuk persahabatan yang sehat adalah penting untuk kebahagiaan remaja down syndrome dan menumbuhkan rasa memiliki. Saat ini, kita bisa mengajarkannya untuk menghormati tubuhnya dan tubuh orang lain. Yang pasti, memberikan pendidikan seks yang jujur dan sampaikan dengan cara yang tepat agar mereka memahami.

Segini dulu aja deh Informasi buat Sobat Remaja semuanya mengenai Apa sih Itu Remaja dengan down syndrome.

Nah buat Sobat Remaja lainnya, yang mau bertanya, diskusi, dan sharing lebih lanjut lagi, bisa langsung saja menghubungi kita di Facebook/Twitter kita di SeBAYA PKBI Jatim,atau bisa juga lewat Hotline Konseling kita di 085606060466.

Ditulis Oleh :Eunike Ally dan Fatimah ( SeBAYA PKBI Jatim)

Refrensi :

  1. http://lifestyle.okezone.com/read/2010/10/07/196/380117/mendidik-anak-dengan-down-syndrome
  2. http://majalahdiffa.com/index.php/konsultasi/konsultasi-pendidikan/351-mungkinkah-anak-down-syndrome-belajar-di-sekolah-alam?showall=&limitstart
  3. http://www.down-syndrome.org/reviews/53/
  4. http://www.ndss.org/Resources/Wellness/Sexuality/Sexuality-and-Down-Syndrome/
  5. http://dokita.co/blog/down-syndrome/
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s