Uncategorized

Ekspresi Cinta: Ketika Cinta Berbicara

Cinta merupakan perasaan simpati yang melibatkan emosi mendalam. Perasaan yang positif ini dialami oleh manusia kepada sesama makhluk dan benda sekalipun. Dalam buku The Art of Loving, Erich Fromm menyatakan bahwa cinta memiliki empat gejala (care, responsibility, respect, knowledge) yang muncul secara seimbang dalam pribadi yang mencintai.

kemunculan gejala tersebut pun kemudian disebut ekspresi cinta.

Cinta terekspresi dalam perilaku dari orang yang mencintai dan biasanya adalah hubungan timbal-balik. Meski cinta lebih berarah ke konsep abstrak, namun ekspresinya terjadi secara dialami dan cukup sulit untuk dijelaskan dijelaskan. Didalamnya yang termasuk cinta kepada ‘jiwa’ atau pikiran, cinta hukum dan organisasi, cinta badan, cinta alam, cinta makanan, cinta uang, cinta belajar, cinta kuasa, cinta keterkenalan, dan lain-lain.

Cinta dan ekspresinya cenderung dikaitkan dengan hubungan berpasangan antara laki-laki atau perempuan. Biasanya ini dikaitkan dengan fenomena orang menjalin kasih, tapi sebenarnya ekspresi cinta bersifat universal. Universal disini dijelaskan sebagai cinta yang tidak memandang kepada siapa mencintai , namun lebih kepada dimana terdapat kasih dan sayang serta rasa kepedulian antar sesama.

Ambil contoh, seorang ibu yang menyayangi dan mengasihi anaknya dan suami dan sebaliknya, seseorang yang mencintai hewan peliharaannya, seseorang yang peduli terhadap teman dan sahabat dan lain sebagainya. Ibu yang sayang dan mencintai anaknya maka dia akan mengekspresikan cintanya dengan memberi kecupan pada anaknya ketika akan tidur, memeluknya saat anak bersedih atau sekedar memasakkan makanan ketika si anak lapar. Inilah yang disebut sebagai ekspresi cinta. Ekspresi cinta akan tampak saat seseorang berinteraksi dengan orang yang dicintainya.

Ekspresi cinta tampak pada perilaku, maka disini akan dibahas macam-macam perilaku yang mengekpresikan perasaan cinta, kasih dan sayang dan manfaatnya bagi diri seseorang.

  1. Ungkapan atau Kata

Cinta terekspresi melalui kata-kata yang diucapkan atau diungkapkan pada orang yang dicintai seperti kata ‘aku cinta padamu’. Kata cinta merupakan kata-kata positif yang dapat menimbulkan perasaan senang dan penghargaan atas diri seseorang. Maka dari itu, sikap atau perilaku ini adalah cara yang termudah dan seringkali dilakukan seseorang dan tak jarang dapat menimbulkan dampak besar pada suatu hubungan yang mana mengarah pada keadaan yang menuntut untuk lebih mengekspresikan rasa cintanya.

  1. Memeluk

Ekspresi atau perilaku cinta ini sering ditunjukkan lewat pelukan baik itu oleh pasangan atau anggota keluarga. Ini merupakan cara terbaik untuk memberitahukan bahwa sebuah pelukan akan memberi rasa aman bagi satu sama lain. Seorang psikiater dari India, Dr Jyoti Sangle mengatakan bahwa pelukan dapat meningkatkan hormon oksitoksin dan dapat mengurangi tingkat stress. Bagi pasangan, pelukan juga dapat memperkuat hubungan dan mengarahkan pada hubngan seks yang lebih baik.

  1. Menggengam Tangan

Melalui genggaman tangan akan memberitahukan mengenai kepedulian terhadap orang yang dikasihi baik itu pasangan, anak, keluarga, atau sahabat. Genggaman tangan lebih banyak menerjemahkan kepada bentuk simpati atau empati yang mana juga membantu dalam menguranggi rasa sakit. Ini merupaka tindakan sederhana yang merupakan penawar ketika seseorang yang dikasihi takut, cemas, atau sedih.

  1. Kecupan

Sebuah kecupan dapat memperkuat ikatan dalam suatu hubungan terutama hubungan percintaan atau kasih sayang anatar orang tua dan anak. Bagi pasangan, sebuah kecupan atau ciuman dapat menurunkan hormon stres. menurut Dr. Jyoti Sangle, berciuman dapat membuat harga diri menjadi lebih baik sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri dan akan memberi banyak makna bagi satu sama lain.

  1. Membelai

Sebuah belaian merupakan perilaku yang sederhana namun sangat bermakna dalam. Didalamnya akan terkandung makna istimewa terhadap orang yang dibelai, seperti misalnya membelai punggung, memainkan rambut bagi pasangan dan lain-lain. Terjadinya kontak fisik terutama kulit yang merupakan organ sensitif ketika disentuh atau dibelai akan mengirim sinyal ke otak yang berimbas pada terbentuknya perasaan bahagia atau tenang. Belaian dapat menimbulkan sikap optimis dalam diri seseorang setiap harinya.

  1. Kejutan

Menerima sesuatu secara tidak terduga dapat meningkatkan hormon yang membuat bahagia. Bila orang terdekat mendapat atau memberi kejutan, maka kebahagiaan akan tercipta yang mana setelahnya akan banyak terekspresi rasa cinta.

Ekspresi cinta yang dijelaskan diatas memang lebih banyak mengarah pada hal yang bersifat fisik, namun didalamnya terdapat esensi daripada penjelasan mengenai keabstrakan cinta. Manusia cenderung memiliki berbagai macam definisi cinta dan kerap berbeda karena berbagai macam hal yang melatarbelakanginya, seperti kebudayaan, agama, konteks etis dsb. Oleh karena itu, manusia memunculkan cinta dalam bentuk perilaku atau sikap yang lebih konkrit dan bermakna.

Ada karakteristik dalam sebuah percintaan terutama dalam pembahasan ini mengarah pada hubungan antara laki-laki dan perempuan. Ketika pasangan muda mengekspresikan cnta mereka maka akan ada kecenderungan ekspresi dalam bentuk nyata atau secara fisik seperti menggengam tangan, berpelukan, berciuman hingga hubungan seks. Berbeda dengan pasangan lanjut atau pasangan yang sudah lama menikah. Mereka mengekspresikan cinta dalam bentuk ikatan hati, komitment, kesetiaan, pengertian, dan pemahaman satu sama lain. Alih-alih perilaku yang ditampakkan adalah suatu hubungan secara fisik, mereka justru berinteraksi melalui komunikasi yang minim namun sarat akan makna yang mendalam. Ada pengertian tanpa harus ada penjelasan panjang dan lebar. Perasaan cinta dan kasih sayang sudah melampaui batas-batas fisik sehingga yang tereksprsi adalah sikap sederhana namun penuh makna.

Ada kendala dalam mengekspresikan cinta yang mana hal ini dapat mempengaruhi hubungan satu sama lain. Kendala ini dapat disebabkan oleh individu itu sendiri yang tidak cukup mampu untuk mengekspresikan perasaannya dan in seringkali berhubungan dengan kepribadian seseroang, seperti seseorang dngan kepribadian introvert atau tertutup. Apabila perasaan cinta tidak terekspresi, maka pesan cinta tidak akan sampai pada objek yang dicintai.

Nah buat Sobat Remaja lainnya, yang mau bertanya, diskusi, dan sharing lebih lanjut lagi, bisa langsung saja menghubungi kita di Facebook/Twitter kita di SeBAYA PKBI Jatim, atau bisa juga lewat Hotline Konseling kita di 085606060466.
Sumber:

Guideline Siaran Radio SeBAYA PKBI Jatim.Februari,2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s