Uncategorized

SERBA-SERBI ALAT KONTRASEPSI KONDOM PADA REMAJA

yyyy

BUKAN MELEGALKAN, TETAPI UPAYA MELAKUKAN PENCEGAHAN.

“Kalau remaja boleh mengakses kondom berarti itu sama aja melegalkan seks bebas dong kak ?” Pertanyaan dari seorang siswa ketika sedang melakukan pemberian informasi tentang kesehatan reproduksi dan seksual. Anggapan miring masih mengakar kuat di masyarakat mengenai kondom. Sikap malu-malu dan risih terlihat saat menyinggung alat kontrsepsi berbahan karet atau lateks ini.  Sangat disayangkan pemahaman masyarakat terhadap fungsi kondom masih rendah.

Stigma negative atau buruk masih  melekat erat saat “helm”  pegaman beredar bebas di pasaran. Kondom seringkali diasumsikan  sebagai alat untuk melakukan kegiatan asusila pasangan bukan suami istri.( Cerita dari teman-teman YC.CMM. PKBI DKI)

Nah pasti Sobat Remaja sering melihat dan menjumpai seperti contoh cerita yang di atas, tak jarang memang hal tersebut sering kali terjadi, bahkan kadang juga mereka yang tidak mengetahui asal usulnya pun beramai-ramai menjadi seorang yang seoalh-olah yang paling benar, termasuk dengan informasi terkait alat kontrasepsi “KONDOM” tersebut.

Memberikan KONDOM, bukan lantas lalu kita MELEGALKAN untuk REMAJA bisa dengan bebas melakukan hubungan seks pra-nikah dengan tanpa tanggung jawab. Perlu di pahami juga jika melakukan hubungan seks itu merupakan HAK dan PILIHAN  dari diri kita masing-masing. Kematangan seksual pada diri kita yang sudah mulai terus berkembang seiring dengan pertumbuhan dalam diri kita, seakan menjadi suatu bukti jika proses PUBERTAS merupakan awal pertanda jika kita sudah siap untuk melakukan hubungan seksual. Dorongan Seksual yang menggebu-gebu terjadi pada masa pubertas pun juga merupakan salah satu hal yang sangat wajar, karena hal tersebut adalah hal yang sangat alamiah akan dialami oleh semua remaja. Termasuk juga dengan menentukan untuk melakukan dan tidaknya dalam hubungan seksual tersebut.

Kesiapan secara mental pun juga perlu di iringi dengan beberapa kesiapan lainnya, seperti hal nya kesiapan secara psikologis, Fisik, dan juga secara sosial. Banyak remaja yang ternyata juga masih salah dalam mendapatkan informasi terkait tentang hal tersebut, dimana pada akhirnya berdampak pada Pro-Kontra nya masalah informasi terkait Alat kontrasepsi Kondom pada remaja, yang seharusnya hal tersebut juga merupakan satu kesatuan secara komprehensif dalam pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual Remaja yang hingga saat ini masih di anggap tabu untuk bisa di pelajari dan di pahami oleh remaja.

MENGENAL LEBIH DEKAT TENTANG ALAT KONTRASEPSI : KONDOM.

Kondom-Fiesta-Rasa

Kondom adalah alat kontrasepsi sederhana yang mempunyai fungsi perlindungan ganda(double protection) yaitu : sebagai alat perlindungan kontrasepsi dan alat pencegahan IMS (Infeksi Menular Seksual). Kondom bisa digunakan oleh siapapun yang sudah aktif dalam seksualnya, dan kebanyakan kondom yang tersedia untuk digunakan oleh laki-laki, namun sebenarnya kondom ini ada 2 jenis yaitu kondom untuk laki-laki dan perempuan. Tapi pada umumnya kondom yang sering digunakan yaitu kondom untuk laki-laki seperti apa yang kitaketahui. Oleh karena itu, partisipasi laki-laki dalam hal kontrasepsi menjadi lebih baik kontribusinya. Hingga saat ini alat pencegahan IMS (Infeksi MenularSeksual) dan KTD (Kehamilan yang Tidak Diinginkan) yang sangat efektif  yaitu kondom bila digunakan secara konsisten.

Bahandasar kondom adalah latex, dimana pada latex terdapat pori namun tidak terdapat lubang satupun, sehingga tidak ada air mani/sperma yang dapat tembus atau merembes melalui kondom. Pemakaian kondom yang benar dapat melindungi pemakai dari kehamilan yang tidak diinginkan atau menularkan/tertular IMS.

Kondom bisa mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan ims, berarti ini menyarankanorang untuk berhubungan seksual?

Banyak pendapat yang mengatakan hal demikian, bahwa tersedianya kondom dan informasi tentang kondom akan mendorong orang untuk melakukan hubungan seksual di luar nikah atau berganti-ganti pasangan karena ada merasa aman. Apabila abstinen atau tidak melakukan hubungan seks yang berisiko dapat dilakukan oleh semua orang dengan sukarela, maka mungkin kondom tidak di perlukan. Tetapi siapapun yang sudahaktif secara seksual, maka abstinensi sulit di terapkan. Begitu juga apabila mereka harus mengalihkan aktifitas seksualnya dengan melakukan masturbasi/onani.Mereka akan merasa terbatasi ekspresi seksusalnya, walaupun masturbasi/onani  juga dapat dikatakan menjadi pilihan untuk pencegahan kehamilan maupun pencegahan IMS.

Oleh karena itu, kondom masih merupakan alat pencegah kehamilan dan ims yang terbaik yang dilakukan dengan kesadaran penuh. Di samping itu, kondom adalah alat, maka pengguna kondom adalah orang yang mempunyai kendali penuh untuk melanjutkan atau tidak melanjutkan aktifitas seksualnya setelah memahami arti sebuah kondom dalam konteks aktifitas seksual dan perlindungan dirinya maupun pasangannya.

SO, sekarang Sobat Remaja semuanya sudah paham kan tentang sebenarnya bagaiaman sih penggunaan dan pemanfaatan terkait dengan alat kontrasepsi KONDOM pada remaja. Apapun itu yang pasti, kita sebagai REMAJA yang keren, gak akan asyik kalau kita gak bisa jadi REMAJA yang bertanggung jawab atas segala apapun pilihan kita masing-masing.

Nah buat Sobat Remaja lainnya, yang mau bertanya, diskusi, dan sharing lebih lanjut lagi, bisa langsung saja menghubungi kita di Facebook/Twitter kita di SeBAYA PKBI Jatim, atau bisa juga lewat Hotline Konseling kita di 085606060466.

Ditulis Oleh : Itas (KIE Media SeBAYA PKBI Jatim)

Refrensi :

Share informasi dari Youth Center CMM (Centra Mitra Muda) PKBI DKI Jakarta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s