Uncategorized

ANTARA REFLEKSI DAN RESOLUSI

Mari merefleksikan diri, dan Mulai untuk menentukan Resolusi

refleksi1

“Kejujuran merupakan modal awal dari refleksi diri agar bisa benar-benar melihat kelebihan dan kekurangan kamu secara nyata.”

Tidak terasa ya, nyaris sebulan sudah Sobat Remaja menjalani tahun 2015. Di tahun yang baru ini, biasanya kita akan merancang beragam resolusi untuk dijalani. Adanya resolusi ini merupakan hal yang positif karena membuat kamu tetap berada dalam jalur mencapai tujuan hidup sepanjang tahun.

Nah, sebelum membuat resolusi baru, tentu kamu perlu melakukan analisis mengenai apakah resolusi tersebut cukup realistis dan efektif untuk dilakukan. Untuk poin internal dalam analisis resolusi, bisa banget lho kalau kamu melakukan refleksi diri.

refleksi2

Apa itu Refleksi Diri?

Refleksi diri atau juga disebut introspeksi, merupakan proses pengamatan terhadap diri sendiri mengenai pengungkapan pemikiran, keinginan, atau sensasi yang disadari. Melalui refleksi diri, Sobat Remaja sendiri bisa untuk melakukan evaluasi sikap, tindakan, ucapan, impian serta pemikiran kamu ke arah yang lebih baik. Perlu kamu ketahui jika kejujuran merupakan modal awal dari refleksi ini agar bisa benar-benar melihat kelebihan dan kekurangan kamu secara nyata. Dengan begitu, kamu bisa menemukan cara yang tepat untuk mendapatkan resolusi yang kamu rancang.

refleksi4

Kapan Melakukan Refleksi Diri?

Banyak orang yang melakukan refleksi diri pada momentum akhir tahun. Alasannya sih untuk mengulas perkembangannya selama setahun terakhir apakah sudah cukup efektif. Bisa juga, akan tetapi, menggunakan refleksi setahun sekali ini tak jarang menimbulkan penyesalan, terutama jika Sobat Remaja lupa diri dengan tujuan awal.

Ada banyak peristiwa di mana kamu perlu belajar membiasakan “bercermin” untuk menemukan makna dari setiap tujuan dan memastikan jika langkah kita sudah terarah. Refleksi diri secara rutin ini sangat penting karena sebuah proses tidak berjalan konstan. Pengalaman yang serupa tidak selalu memberi hasil yang sama dikarenakan keterbatasan dan perbedaan sudut pandang. Bisa dikatakan jika setiap peristiwa memiliki titik kritis tersendiri.refleksi3

Bagaimana Melakukan Refleksi Diri?

  1. Akui dan pahami kelemahan pribadi. Refleksi diri diawali dengan sikap rendah hati. Sadari kalau kamu memang tidak luput dari kesalahan. Memahami titik kritis ini berarti memiliki sikap waspada dan antisipasi.
  2. Agendakan “bercermin”. Susun rencana untuk menentukan kapan dan apa saja yang perlu Sahabat GueTau evaluasi. Misalnya, sebelum melakukan sesuatu untuk mengetahui sumber-sumber yang kamu miliki agar bisa dioptimalkan. Melakukan refleksi diri saat melakukan sesuatu juga bisa diterapkan agar tidak semakin jauh apabila ternyata ada kekeliruan dan bisa segera melakukan perbaikan jika diperlukan. Refleksi pasca melakukan sesuatu juga tak kalah penting, karena pengalaman tersebut bisa kamu jadikan pembelajaran agar tidak mengulang kesalahan yang sama.
  3. Refleksi diri merupakan proses menjadi pribadi yang lebih baik. Bercermin pada kesalahan atau kelemahan kamu bukan berarti bersikap menghakimi dan menyalahkan diri sendiri, ya. Sadari jika ini bentuk kebesaran hati untuk memperbaiki dan mengembangkan diri sendiri. Dengan terbuka melakukan evaluasi ini, Sahabat GueTau bisa menjadi semakin dewasa dan matang.

Nah, sekarang Sobat Remaja pasti sudah bisa untyuk mulai menentukan, untuk melakukan refleksi terlebih dahulu atau malah menentukan resolusi dahulu lalu baru melakukan refleksi?. Hmm, itu sih kembali pada pilihan masing-masing dari Sobat Remaja Sekalian semuanya, yang pasti perlu Sobat remaja ketahui juga, apapun pilihan itu harus juga disertai dengan sikap yang bertanggung jawab penuh atas pilihan Sobat Remaja masing-masing.

Nah buat Sobat Remaja lainnya, yang mau bertanya, diskusi, dan sharing lebih lanjut lagi, bisa langsung saja menghubungi kita di Facebook/Twitter kita di @SeBAYA PKBI Jatim, atau bisa juga lewat Hotline Konseling kita di 085606060466.

Ditulis oleh Eunike Ally Sushmita (KIE Media SeBAYA PKBI Jatim)

Referensi:

  1. http://belajarpsikologi.com/pengertian-introspeksi-diri/
  2. https://www.scribd.com/doc/250135972/Refleksi-diri-docx
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s