Uncategorized

MEROKOK ADALAH TERMASUK HAK ASASI MANUSIA??? BENER GAK SIH ITU???

rokok1

Pernah gak Sobat Remaja

menjumpai perokok yang kekeuh merokok di ruang publik saat ditegur? Atau mungkin perokok yang menuntut disediakannya ruang rokok di tempat umum? Biasanya nih, mereka menuntut hal tersebut dengan mengatasnamakan hak asasi manusia. Lantas, benarkah kebiasaan menghisap tembakau yang juga mengambil Hak Asasi Manusia (HAM) teman-teman non-perokokakan udara segar ini bisa disebut sebagai Hak Asasi Manusia?

Menanggapi hal tersebut, Muhammad Joni, SH, MHA yang merupakan pakar hukum dari Komisi Nasional Penanggulangan Tembakau bidang Hukum dan Advokasi (Indonesia Lawyers Association on Tobacco Control) mengatakan bahwa justru perokok harus mengetahui apa saja kategori Hak Asasi Manusia. Prinsip dari hak asasi adalah tidak boleh melanggar hak asasi lainnya. Berikut kategorisasi HAM tersebut dalam UU no. 39 tahun 1999, yakni:

  1. Hak untuk hidup
  2. Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan
  3. Hak mengembangkan diri
  4. Hak memperoleh keadilan
  5. Hak atas kebebasan pribadi
  6. Hak atas rasa aman
  7. Hak atas kesejahteraan
  8. Hak turut serta dalam pemerintah
  9. Hak wanita
  10. Hak anak

Merokok bukanlah hak dasar yang dilindungi oleh undang-undang dan justru melanggar Hak Asasi Manusia lain seperti hak anak. Sebagaimana laporan Kementrian Kesehatan pada tahun 2013 lalu, diketahui bahwa perokok banyak ditemukan di kelompok usia 10-14 tahun. Kebanyakan dari mereka, mulai merokok karena terpapar iklan di di berbagai media.

rokok2

Merokok pun melanggar hak orang lain untuk hidup. Secara konstitusional, hak untuk hidup ini merupakan hak paling utama yang tidak bisa dihalangi. Dikatakan dapat melanggar hak orang lain untuk hidup ini adalah karena efek dari asap rokok yang tidak hanya berdampak kepada si perokok, namun juga orang lain di sekitarnya. Belum lagi, ada fakta dari penelitan medis yang menyebutkan bahwa bahaya asap rokok yang dihasilkan orang lain atau,dengan kata lain, menjadi perokok pasif jauh lebih besar daripada perokok aktif.

Untuk menghadapi pemahaman masyarakat yang keliru mengenai rokok dan HAM ini, maka diajukan Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC) yang digagas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Konvensi FCTC ini bertujuan mengendalikan dampak buruk rokok di seluruh dunia. FCTC dan HAM ini bagaikan sel dan inti sel. Nah, apabila FCTC ini tidak segera disahkan di Indonesia untuk melawan RUU Pertembakauan, ini berarti bahwa Indonesia telah menunda keadilan, mencederai HAM serta menunda warga untuk mendapatkan kesehatan.

Nah buat Sobat Remaja lainnya, yang mau bertanya, diskusi, dan sharing lebih lanjut lagi, bisa langsung saja menghubungi kita di Facebook/Twitter kita di @SeBAYA PKBI Jatim, atau bisa juga lewat Hotline Konseling kita di 085606060466.

Ditulis oleh Eunike Ally Sushmita (KIE Media SeBAYA PKBI Jatim)

Referensi:

  1. http://www.tcsc-indonesia.org/merokok-bukan-hak-asasi-manusia-2/
  2. http://health.liputan6.com/read/2096872/benarkah-merokok-itu-hak-asasi-manusia
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s