Uncategorized

MEMAKNAI PERINGATAN HARI IBU SEDUNIA : MAKIN PEDULI, MAKIN LAKI-LAKI, DAN PENUH ARTI.

wertry

” Kau yang sering terlupa, betapa aku begitu sangat selalu membutuhkan kasih dan sayangmu, Tulus dan ikhlas rasa yang dengan sepenuh hati kau berikan, Tak begitu mampu aku bisa membalasnya, walau bergelimang materi dan tahta, sekalipun itu tak cukup dan tiada tara untuk menggantikan, Kasih, sayang dan juga cinta yang kau berikan, Ibu, kaulah lentara dalam senja, dan kaulah cahaya dalam gelapku, selamat Hari Ibu Sedunia 22 Desember 2014.”

hmm,, mungkin bait puisi diatas adalah salah satu dari sekian banyak cara kita untuk mengungkapan rasa cinta kita kepada sosok Ibu yang begitu dengan tulus dan ikhlas memberikan kasih dan sayang nya untuk kita semuanya. Dan anggapan bahwa perempuan harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan laki-laki yang harus bekerja mencari nafkah mulai dianggap kuno. Bahkan, di berbagai negara pun sudah mengembangkan sebuah perspektif baru mengenai konsep maskulinitas.”  Dan sudah saatnya kita bisa memberikan sebuah arti dan makna yang sama kepada seorang perempuan terlebih adalah Seorang Ibu.

Pekerjaan domestik, seperti memasak, mencuci pakaian, membersihkan rumah, berbelanja serta menjaga anak telah mengambil proporsi yang cukup mendasar dalam menjalani hidup. Namun, pekerjaan pokok semacam ini kerap kali masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Peran gender yang tidak seimbang kerap menyerahkan pekerjaan semacam ini kepada perempuan.

Ketidakseimbangan peran gender berkembang menjadi hambatan dalam pemenuhan hak kesehatan seksual dan reproduksi secara jangka panjang. Untungnya, seiring perkembangan zaman yang modern berkat peran pendidikan, nilai sosial dan budaya pada masyarakat pun sudah mulai berubah. Anggapan bahwa perempuan harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan laki-laki yang harus bekerja mencari nafkah mulai dianggap kuno. Bahkan, di berbagai negara pun sudah mengembangkan sebuah perspektif baru mengenai konsep maskulinitas. Misalnya nih, Prof. Jeff Hearn dari Sekolah Ekonomi Hanken, Finlandia dan Universitas Linkoping, Swedia, memfokuskan pada pengembangan kebijakan laki-laki peduli dan kesetaraan gender. Isu mengenai kepedulian ini bukan hanya tentang keluarga dan peran ayah, namun juga mengenai hubungan laki-laki yang perlu diperhatikan. Di Indonesia, kampanye ini dinamakan Laki-laki Peduli: Bekerjasama untuk Kesetaraan.

laki3

Kenapa Laki-laki Perlu Peduli?

Selain karena konsep maskulinitas yang mulai bergeser, laki-laki sebenarnya juga mempunyai manfaat dari peduli dengan pekerjaan domestik tersebut. Remaja laki-laki yang bisa melakukan pekerjaan domestik akan lebih mandiri ketika nantinya harus tinggal terpisah dengan orangtua. Selain itu, peduli dengan pekerjaan domestik juga membuat remaja laki-laki lebih memahami bagaimana konsep kesetaraan gender seharusnya dan sebagai bekal menjadi calon ayah yang baik. Oleh karena itu, laki-laki tidak perlu merasa malu jika melakukan pekerjaan domestik. Perlu diingat juga bahwa pekerjaan domestik merupakan kemampuan dasar dalam upaya bertahan hidup.

laki2

Bagaimana Laki-laki Dapat Peduli?

Dalam menyikapi ketimpangan peran gender ini, laki-laki dapat terlibat dan mengambil peran aktif lho. Berikut beberapa tips praktis yang bisa Sahabat GueTau lakukan untuk peduli, khususnya dalam pekerjaan domestik.

  1. Membiasakan mencuci dan menyetrika pakaian sendiri, tidak lagi bergantung pada ibu atau pekerja rumah tangga.
  2. Membantu membersihkan rumah dengan menyapu dan mengepel lantai secara rutin. Hal sederhana ini bisa juga dilakukan bersama anggota keluarga lain dengan membuat jadwal khusus.
  3. Belajar memasak. Keahlian ini juga perlu dipelajari laki-laki agar bisa mandiri ketika tinggal sendiri, tidak selalu membeli makan di luar. Selain itu, laki-laki yang bisa memasak akan berusaha melakukan gaya hidup sehat.

latte

Selain ketiga tips di atas, tentu masih banyak hal lain yang bisa Sobat Remaja lakukan untuk bagaimana cara kita memaknai peringatan Hari Ibu Sedunia tersebut, Yang pasti saat kita sebagai laki-laki, bisa menjadi sangat peduli, maka akan semakin terlihat lebih laki-laki pula dan ada arti yang bisa terwujud untuk sosok seorang perempuan, terlebih adalah Ibu. Nah buat kamu Sobat Remaja semunya Jika ada pertanyaan lebih lanjut  Sobat Remaja bisa langsung saja menghubungi kita di Facebook/Twitter kita di @SeBAYA PKBI Jatim, atau bisa juga lewat Hotline Konseling kita di 085606060466.

Ditulis Oleh : Eunike Ally Sushmita dan Iqbal Tabrani Al Ikhlas (KIE MEDIA SeBAYA PKBI Jatim)

Referensi:

  1. http://www.abs.gov.au/ausstats/abs@.nsf/lookup/4102.0main+features40march%202009
  2. http://www.dailymail.co.uk/news/article-206381/Working-women-housework.html
  3. http://ec.europa.eu/justice/gender-equality/files/gender_pay_gap/ws_1_newsletter_en.pdf
  4. http://www.ox.ac.uk/media/news_releases_for_journalists/110520.html
  5. http://www.lakilakipeduli.org/

lentera dalam senja

senja

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s