Uncategorized

Friendzone: Batas Tipis Cinta dan Persahabatan

Friendzone  merupakan istilah yang sedang in saat ini. Istilah ini sebenarnya sudah ada sejak dulu, namun kembali santer terdengar sejak awal 2012. Friendzone digunakan untuk menggambarkan suatu hubungan dekat layaknya kekasih, namun tidak ada komitmen yang jelas. Sebelas-duabelas lah dengan yang namanya friend with benefits alias TTM.

Berikut merupakan beberapa tanda suatu hubungan adalah friendzone, antara lain:

  1. Intensitas curhat tinggi.Nggak bisa dipungkiri jika kedekatan berawal dari curhat. Ketika seseorang mulai curhat, maka akan terbangun perasaan intim karena merasa dipercaya olehnya.
  2. SMS atau chatting yang cukup sering tanpa membuahkan hasil.Pastinya senang banget kan kita bisa SMS atau chatting setiap hari dengan sang gebetan, bahkan cukup awet sampai berbulan-bulan. Namun, ingat nggak sih kalau ternyata si doi belum pernah ngajak nge-date. Nah, perlu diwaspasdai nih, bisa jadi kalau si dia hanya butuh kita sebagai teman ngobrol, tidak lebih.
  3. Sentuhan fisik.Untuk membedakan teman biasa dengan TTM adalah perasaan nyaman yang timbul apabila kita berdekatan dengannya dan tidak risih ketika tidak sengaja bersentuhan.
  4. Cara berbicara.Bagaimana cara dan respons kita saat ngobrol dengan orang yang kita suka tentu berbeda dengan saat kita hanya berbicara dengan sekadar teman.
  5. Kerap memikirkan dan merindukannya.Dalam sehari, berapa kali sih kita memikirkannya? Terlebih disetiap kegiatan yang kita lakukan, baik makan, bangun tidur, dan sebagainya.

Adanya friendzone ini tentu bukan tanpa sebab. Berikut alasan kenapa seseorang bisa terjerat friendzone.

  1. Tidak mendapat restu berpacaran dari pihak terdekat, misalnya orangtua dan sahabat.
  2. Trauma dengan suatu hubungan.
  3. Membiarkan perasaan yang muncul tanpa pernah mengonfirmasinya.
  4. Ketergantungan yang menyebabkan perasaan kehilangan pada orang tersebut.
  5. Menutup hati dan hanya berpatok pada seseorang itu.
  6. Bosan dengan hubungan yang ada.

Secara psikologis, friendzone menimbulkan dampak bagi yang mengalaminya. Mulai dari galau, tidak tegas dalam mengambil keputusan, diliputi rasa serba salah, cemas, serta lelah secara emosional. Nah, tentu kamu nggak mau kan terus berkutat pada hubungan abu-abu ini? Berikut beberapa tips agar terhindar dari friendzone.

  1. Batasi perasaan.Perlu diingat jika tidak semua orang yang curhat kepada kita juga menaruh rasa pada kita.
  2. Hindari zona persahabatan atau zona kakak-adik.Tak jarang muncul romansa sahabat jadi cinta, namun keduanya merasa takut membawa ke jenjang pacaran karena khawatir hubungan tidak dapat kembali membaik saat menjalin hubungan.
  3. Tegas dengan diri sendiri. Nggak mau kan kalau kita terus-menerus menahan rasa galau karena posisi hubungan yang tidak jelas. Pertimbangkan lagi perasaan kita dan berlakulah tegas pada diri sendiri.

Sumber: Materi Siaran Radio SeBAYA PKBI Jatim

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s