Uncategorized

Serba-Serbi Penampilan Baru Bungkus Rokok Di Indonesia

ERTYU

“Pada awalnya, ada perasaan jijik dan kehilangan rasa ingin merokok ketika melihat gambar peringatan tersebut. Namun, selang beberapa bulan, ternyata efek horor dari gambar-gambar tersebut hilang.”

Adakah Sahabat GueTau yang perokok aktif? Kalau ada, pasti sudah akrab dengan penampilan baru ‘sahabat’ kamu. Ya, baru-baru ini pemerintah Indonesia mengeluarkan regulasi baru terkait tampilan peringatan bahaya merokok. Peringatan itu terpampang jelas melalui foto menyeramkan di kemasan. Gambar ini terpampang jelas karena rasionya bisa mencapai 40% dari luas bungkus rokok!

Indonesia dan Rokok: Regulasi dan Kebiasaan

Bagi Sahabat GueTau yang merokok, kamu telah berkontribusi menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara 5 terbesar yang mengkonsumsi rokok di dunia. Kebiasaan merokok memang menjadi satu hal yang sulit dipisahkan dari sebagian masyarakan Indonesia. Buruknya, perokok di Indonesia seringkali menggunakan tempat umum sebagai tempat mereka merokok. Untuk kamu yang perokok, jangan ramaikan kebiasaan merokok di tempat umum ya, karena dengan begitu, kamu memaksa semua orang menjadi perokok (pasif).

Walaupun ternyata regulasi tentang rokok di Indonesia cukup ketat, bisnis dan konsumsi rokok di Indonesia tidak mati. Bisa jadi karena iklan rokok yang mencitrakan perokok adalah bagian dari masyarakat modern, keren, sukses, dan hobi gotong royong.

rokok

Berbicara tentang bungkus rokok, gambar peringatan yang besanya hingga 40% dari bungkus rokok merupakan kebijakan baru. Kebijakan ini diterbitkan pada awal tahun 2013 lalu. Sejak awal kemunculannya, kebijakan ini menuai kontroversi terkait efektivitasnya. Aktivis anti tembakau juga menyayangkan karena tenggat waktu yang diberikan pemerintah kepada produsen rokok untuk memperbarui bungkus rokok terlalu lama, yakni 18 bulan. Menurut para aktivis, 6 bulan adalah waktu yang cukup bagi produsen rokok untuk memasang gambar di bungkus rokok produksi mereka.

http://statik.tempo.co/data/2014/06/23/i 1

Pengaruh dari Penampilan Baru Bungkus Rokok

Menurut beberapa perokok aktif yang terlibat dalam wawancara tim GueTau, ternyata bungkus rokok dengan gambar peringatan yang terlihat menyeramkan seperti sekarang tidak memberikan pengaruh dan perubahan besar terhadap kebiasaan merokok mereka.

Pada awalnya, ada perasaan jijik dan kehilangan rasa ingin merokok ketika melihat gambar peringatan tersebut. Namun, selang beberapa bulan ternyata efek horor dari gambar-gambar tersebut hilang. Kebiasaan merokok pun kembali terus berjalan.

“Ya habisnya, lama-lama nggak tahan jugauntuk ngaak ngerokok. Apalagi kalau sedang kumpul gini”, kata Ratu Tia Amanda yang mulai menjadi perokok aktif sejak lulus SMA.

Sepertinya pemerintah Indonesia harus bekerja lebih keras dan kreatif, ya, untuk menyusun regulasi yang tepat sasaran agar para perokok mengurangi kebiasaannya. Di negara-negara lain, variasi peraturan tentang bungkus rokok ini bermacam-macam bentuknya.

Lalu, Bagaimana Harusnya?

Melihat bahwa ternyata bungkus rokok tidak terlalu berpengaruh terhadap perokok aktif di Indonesia, harus ada regulasi yang lebih mutakhir dari pemerintah. Mungkin dengan meningkatkan harga jual rokok. Peraturan harga rokok ini berhasil dilaksanakan di Selandia Baru yang menargetkan bebas rokok tahun 2025. Harga rokok di Selandia Baru mencapai Rp 221.135-, per bungkusnya!

Hal ini diamini oleh Zhafran Tsany, seorang perokok aktif. Menurut Zhafran, ia akan berhenti merokok apabila harga rokok meningkat tajam di masa depan.

“Lebih baik uangnya ditabung untuk hal lain kalau harganya segitu (rokok di Selandia Baru)”, ungkap Zhafran.

Nah buat Sobat Remaja lainnya, masih berniat menjadi perokok, atau berencana untuk berhenti secepatnya? hmm, itu adalah pilihan dari kalian masing-masing sih, yang pasti tetaplah selalu bertanggung jawab atas segala apapun itu pilihan kamu. Buat Sobat Remaja yang mau bertanya, diskusi, dan sharing lebih lanjut lagi, bisa langsung saja menghubungi kita di Facebook/Twitter kita di @SeBAYA PKBI Jatim, atau bisa juga lewat Hotline Konseling kita di 085606060466.

Ditulis oleh Justian Edwin Darmawan (Kontributor Team Guetau.com)

Sumber dan Referensi

  1. http://www.thejakartapost.com/news/2013/01/10/new-tobacco-regulation-indonesia-will-be-ineffective.html
  2. http://www.tobaccocontrollaws.org/legislation/country/indonesia/summary
  3. http://www.unikbaca.com/2012/11/7-negara-dengan-rokok-termahal-di-dunia.html
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s