Uncategorized

Kekerasan dalam Pacaran, Pelanggaran Hak oleh Orang Terkasih

images (1)

Respect dan percaya merupakan dasar dari semua hubungan, termasuk dalam pacaran. Tapi, tahu nggak sih kalau ternyata sepertiga remaja di dunia tidak menjalani hubungan pacaran yang sehat? Ya, para remaja ini kebanyakan pernah mengalami yang namanya kekerasan dalam pacaran, atau istilah kerennya dating violence. Parahnya lagi nih, kebanyakan dari mereka tidak menyadari telah menjalani hubungan yang tidak sehat ini.

Ketidaktahuan remaja atas dating violence ini bisa jadi karena tidak mengerti pola dari perilaku melanggar ini. Berikut merupakan jenis dari dating violence, yakni:

  1. Kekerasan Fisik

domestic-violence

Merupakan jenis kekerasan yang paling jelas. Pasangan dengan sengaja menggunakan kekuatan fisik untuk menakuti atau melukai. Hal ini bisa dalam bentuk memukul, menampar, mencubit, mendorong, menjambak, menendang, atau menggunakan senjata.

  1. Kekerasan Verbal atau Emosional

unduhan

Terjadi apabila salah satu pasangan secara terus-menerus menekan yang lain. Pemberian panggilan, perlakuan, atau tuduhan yang mengganggu merupakan bentuk dari kekerasan ini. Pasangan juga bisa disebut melakukan kekerasan ini apabila mencoba untuk mengatur tingkah laku, kebiasaan, kepribadian dan bahkan hidup pacarnya. Misalnya nih, mengusik privasi pasangan dengan melarang berhubungan dengan teman, meminta password, mengecek isi gadget, atau stalking media sosialnya.

  1. Kekerasan Seksual

Bentuknya bisa berupa rabaan, ciuman, sentuhan yang tidak dikehendaki, pelecehan seksual, atau memaksa melakukan hubungan seksual. Ini tetap saja namanya perkosaan lho sekalipun statusnya berpacaran.

  1. Kekerasan Finansial

Kekerasan yang ini berkaitan dengan uang alias duit. Nggak hanya masalah seseorang yang morotin pasangannya, mencoba mengatur keuangan pacar dengan menyuruh membeli atau tidak membeli sesuatu juga merupakan bentuk kekerasan finansial.

Nah, apa salah satu atau beberapa diantara bentuk dating violence di atas ada yang pernah kamu alami atau temui di sekitarmu? Terkadang kita para remaja sekalipun sudah tahu mengenai hal-hal di atas, kita masih berusaha menutup mata atas fakta yang ada. Terlebih lagi nih, ada juga beberapa mitos pacaran yang beredar seolah mampu mengembangkan dating violence.

  1. Cemburu dan kekerasan adalah bentuk perhatian dan cinta dari si pacar.

Ini sih bukan bukti cinta, tapi upaya dia mengontrol dan membatasi kita untuk patuh dan tunduk mengikuti keinginannya. Love is respect.

  1. Kalau pacar sudah minta maaf dan berjanji tidak mengulangi lagi, maka korban sudah aman.

9-1657488-cycle of violence_t620

Kekerasan umumnya terjadi seperti siklus atau lingkaran yang terus kembali pada pola lamanya. Sebaiknya jangan mudah percaya janji tanpa bukti nyata, ya.

  1. Setelah melakukan kekerasan dalam pacaran, maka hubungan makin mesra.

Duh, mesra dari mana, dear? Jelas-jelas dia melanggar hak kita. Kalau punya anggapan seperti ini, apa berarti untuk bisa mesra tiap hari kita harus melakukan kekerasan tiap hari?

  1. Pacar berhak melakukan apa saja pada kita karena sudah menjadi miliknya.

Tak seorang pun berhak atas diri kita, selain kita sendiri. Orang lain, termasuk pacar sama sekali tidak berhak mengatur diri kita seenaknya.

Nah, agar dapat tehindar atau keluar dari rangakaian kekerasan dalam pacaran ini, kita bisa melakukan beberapa hal berikut.

  1. Mengenali pasangan dan hubungan yang dijalani

Mengenali siapa pacar kita merupakan cara yang paling tepat untuk menghindari kekerasan. Sebaiknya nih, ketahui dulu perilaku dan kebiasaan si gebetan sebelum memutuskan untuk berpacaran. Saat sudah berpacaran, kenali hubungan dengan menanyakan pada diri sendiri sering cemburu, menuntut, melarang, atau manipulatif.

  1. Bersikap asertif dengan berani mengatakan “tidak” saat pasangan mulai memaksakan sesuatu yang tidak kita suka atau tidak sepantasnya

ITTTD_LOGO_(2)

Coba deh untuk mengungkapkan pendapat atau keberatan kita kepada pasangan dengan cara yang tepat. Beritahu dengan tenang perilaku seperti apa yang tidak kita sukai beserta alasannya, lalu ungkapkan juga harapan selanjutnya. Perlu diingat nih kalau kita bertanggung jawab atas diri kita sendiri. Berani bersikap membuat kita memiliki kontrol atas diri kita sendiri dan tidak cenderung didominasi oleh pasangan.

  1. Mencari dukungan sosial dari pihak yang dipercaya jika perilaku pasangan mulai membuat kita ketakutan

images

Saat menyadari perilaku pasangan mulai mengganggu atau mengancam diri, kita bisa mencoba mengkomunikasikannya secara terbuka kepada pihak yang dapat dipercaya, seperti orangtua atau sahabat. Hal ini bisa membantu kita mendapatkan masukan mengenai apa yang harus dilakukan. Jika merasa kekerasan yang kita alami makin parah dan berdampak pada kehidupan sehari-hari, konseling pada pihak yang lebih ahli seperti psikolog bisa menjadi pilihan.

  1. Evaluasi kelanjutan hubungan pacaran

Hubungan yang sehat adalah hubungan yang terbuka, setara, saling mendukung, dan membuat yang menjalinnya merasa bahagia. Kita tidak perlu ragu untuk memutuskan hubungan pacaran tersebut jika dirasa membawamu rentan dalam kekerasan. Ingat bahwa kita berhak untuk bahagia dan kekerasan bukan hal yang pantas kita terima dalam sebuah hubungan.

Oleh: Eunike Ally (Divisi KIE Media)

Referensi:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s