Uncategorized

Pancasila dalam Diri Kita: Sebuah Potensi yang Kadang Terlupa

Hai sobat SeBAYA, ingat nggak sih kalau tanggal 1 Oktober ini Indonesia punya momentum penting dan krusial?

Yup, apalagi kalau bukan Hari Kesaktian Pancasila! Mungkin kini banyak yang lupa atau bahkan melupakan hari kesaktian Pancasila. Hal ini tidak terlepas dari tragedi pemberontakan yang disebut ‘Gerakan 30 September’ atau G30S atau Gestapu. Nah, lalu apa makna dari Hari Kesaktian Pancasila ini?

  • Moralitas, sila pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa” mengandung pengertian bahwa negara Indonesia bukanlah negara teokrasi yang hanya berdasarkan kekuasaan negara dan penyelenggaraan negara pada legitimasi religius. Kekuasaan kepala negara tidak bersifat mutlak berdasarkan legitimasi religius, melainkan berdasarkan legitimasi hukum serta legitimasi demokrasi. Oleh karenanya asas sila pertama Pancasila lebih berkaitan dengan legitimasi moralitas.
  • Kemanusiaan, “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” mengandung makna bahwa negara harus menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang beradab, selain terkait juga dengan nilai-nilai moralitas dalm kehidupan bernegara.
  • Keadilan. Sebagai bangsa yang hidup bersama dalam suatu negara, sudah barang tentu keadilan dalam hidup bersama sebagaimana yang terkandung dalam sila II dan V adalah merupakan tujuan dalam kehidupan negara. Nilai kemanusiaan yang adil mengandung suatu makna bahwa pada hakikatnya manusia sebagai makhluk yang berbudaya dan beradab harus berkodrat adil.
  • Persatuan. Dalam sila “Persatuan Indonesia” sebagaimana yang terkandung dalam sila III, Pancasila mengandung nilai bahwa negara adalah sebagai penjelmaan sifat kodrat manusia monodualis, yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Negara merupakan suatu persekutuan hidup bersama diantara elemen-elemen yang membentuk negara berupa suku, ras, kelompok, golongan, dan agama. Konsekuensinya negara adalah beraneka ragam tetapi tetap satu sebagaimana yang tertuang dalam slogan negara yakni Bhinneka Tunggal Ika.
  • Demokrasi. Negara adalah dari rakyat dan untuk rakyat, oleh karena itu rakyat adalah merupakan asal mula kekuasaan negara. Sehingga dalam sila kerakyatan terkandung makna demokrasi yang secara mutlak harus dilaksanakan dalam kehidupan bernegara. Maka nilai-nilai demokrasi yang terkandung dalam Pancasila adalah adanya kebebasan dalam memeluk agama dan keyakinannya, adanya kebebasan berkelompok, adanya kebebasan berpendapat dan menyuarakan opininya, serta kebebasan yang secara moral dan etika harus sesuai dengan prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara.

Wah, bagus banget ya ternyata makna dari kelima sila Pancasila. Seandainya nilai-nilai Pancasila tersebut dapat diimplementasikan sebagaimana yang terkandung di dalamnya, bukan mustahil untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang makmur dan sejahtera.

Eits, nggak usah berandai-andai lagi deh! Kita sebagai remaja bisa juga loh berpartisipasi untuk mewujudkan nilai-nilai dasar negara kita ini. Kita bisa melakukan Meaningful Youth Participation alias Partisipasi Remaja yang Bermakna. Bingung gimana caranya? Let’s Check It Out!

Berpartisipasi di sini artinya berperan aktif, ikut mengaplikasikan kelima makna pancasila tersebut dalam aktivitas sehari-hari. Tapi, bukan berarti karena filosofi maknanya yang “berat”, kita hanya bisa mewujudkannya dalam hal-hal, seperti sekolah atau ikut mencoblos saat pemilu. Banyak loh hal-hal kecil yang bisa kita lakuin dengan menerapkan makna leluhur pancasila. Misalnya, dengan ngelakuin beberapa hal di bawah ini, hal simpel yang mungkin selama ini kita abaikan.

  1. Berlaku jujur dalam hal apapun. Contohnya, jujur sama ortu atau saat ngerjain soal ujian (hayoo, ngaku… siapa yang sering nyontek? Hehehe)
  2. Aktif dalam organisasi atau komunitas. Tujuannya, selain buat ngoptimalin potensi, kita juga bisa kenalan sama temen-temen baru dari berbagai latar belakang ras, etnis, pendidikan, dan lainnya. So, selain nambah ilmu, juga bisa nambah temen, kan?
  3. Peduli sama masalah orang lain. Eits, tunggu dulu. Ini beda ya sama kepo. Peduli artinya juga ikut bantuin buat nyelesein masalah itu. Contoh paling simpel adalah bantuin temen kita yang lagi kesusahan. Ngasih duit sumbangan juga termasuk dalam tindakan peduli.
  4. Adil dalam berteman. Mungkin seperti menggurui, tapi bener deh, kita nggak boleh ngebeda-bedain orang karena hal sepele seperti ras, etnis, status sosial, atau orientasi seksual. Mengapa? Karena kita juga nggak suka kan jika dibeda-bedain kayak gitu? Jadi, yuk, menjadi adil dalam memandang orang lain, bahwa mereka dan kita sebenarnya tidak berbeda. Dan untuk itu, mari berteman dengan banyak orang dari beragam identitas dan keunikan lainnya.

So, guys, itu aja sih contoh-contoh yang bisa diberikan buat nerapin makna Pancasila, tapi kamu juga bisa berikan contoh lain dari berbagai hal yang sederhana. Dan ingat buat nerapinnya juga. Karena, sebenarnya ada Pancasila dalam diri tiap orang Indonesia. Hanya saja, sedikit orang yang mau mewujudkan potensi itu. Maka, karena kita termasuk di dalam “yang sedikit” itu, kita harus menjadi remaja yang tidak hanya sekadar hafal Pancasila tapi juga paham pemaknaan dan penerapannya juga.

Ditulis oleh Eunike & Fatimah

(Divisi KIE Media)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s